Abstraksi - Setiap penerimaan mahasiswa baru untuk program D3 dan S1 pihak manajemen memberikan kemudahan bagi calon mahasiswa dalam pembayaran biaya pendidikan salah satunya dengan memberikan penundaan pembayaran Sumbangan Pengembangan Institusi SPI) bagi calon mahasiswa yang berprestasi dan kurang mampu.Untuk mendapatkan ijin penundaan pembayaran SPI tersebut maka harus sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan oleh pihak manajemen. Oleh karena jumlah peserta yang mengajukan
penundaan pembayaran sangat banyak, maka perlu dibangun sebuah sistem pendukung keputusan (Decision Support System. Tugas akhir ini bertujuan untuk merancang sistem
pendukung keputusan dengan menggunakan logika fuzzy yang akan membantu pihak manajemen ITS dalam menentukan siapa yang berhak mendapatan ijin penundaan
pembayaran SPI sekaligus menentukan besar prosentase penundaan pembayaran yang diijinkan.
Kata kunci: Logika fuzzy, basis data fuzzy, sistem
inferensi fuzzy
I. PENDAHULUAN
Perguruan Tinggi adalah lembaga atau organisasi atau
perusahaan sektor publik yang bergerak dibidang jasa,
dengan produk utamanya adalah layanan pendidikan.
Perguruan Tinggi lebih dikenal sebagai organisasi non-profit
yang lebih mengedepankan nilai sosial daripada nilai
komersilnya. Dengan adanya perubahan kondisi politik,
sosio ekonomi, dan budaya masyarakat akibat adanya
globalisasi menuntut peran dan fungsi Perguruan Tinggi
yang lebih kompleks. Perguruan tinggi tidak hanya dituntut
menjadi agent of education, namun juga menjadi agent of
research and development, agent of knowledge and
technology transfer, dan agent of economic development.
Oleh karena itu Perguruan Tinggi harus diperlakukan pula
sebagai suatu entitas bisnis, tanpa menanggalkan tujuan
sosial.
Institut Teknologi Sepuluh Nopember sebagi salah satu
perguruan tinggi negeri memberikan kemudahan bagi calon
mahasiswa dalam pembayaran biaya pendidikan salah
satunya dengan memberikan penundaan pembayaran
Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) bagi calon
mahasiswa yang berprestasi dan kurang mampu
Untuk mendapatkan ijin penundaan pembayaran SPI
tersebut maka harus sesuai dengan aturan-aturan yang telah
ditetapkan. Kriteria yang yang ditetapkan dalam studi kasus
ini adalah nilai rapor terakhir, penghasilan orang tua, jumlah
saudara kandung, jumlah tanggungan orang tua, usia, besar
rekening listrik/rekening air. Tidak semua pemohon tersebut
diterima, hanya yang memenuhi kriteria saja yang akan
disetujui. Oleh karena jumlah peserta yang mengajukan
penundaan pembayaran sangat banyak serta indikator
kriteria yang ada juga cukup banyak, maka perlu dibangun
sebuah sistem pendukung keputusan (Decision Support
System) yang akan membantu pihak manajemen ITS dalam
menentukan siapa yang berhak mendapatan ijin penundaan
pembayaran SPI sekaligus menentukan besar prosentase
penundaan pembayaran yang diijinkan.
II. TUJUAN
Tugas akhir ini bertujuan untuk merancang sistem
pendukung keputusan (decision support system) dengan
menggunakan Fuzzy Logic untuk menentukan siapa yang
berhak mendapatkan ijin penundaan pembayaran SPI dan
besar prosentase penundaan yang diijinkan
III. TEORI PENUNJANG
A. Sistem Pendukung Keputusan
Pada Sistem pendukung keputusan yang dalam bahasa
inggris disebut decision support systems disingkat (DSS)
adalah bagian dari sistem informasi berbasis komputer
(termasuk sistem berbasis pengetahuan (manajemen
pengetahuan) yang dipakai untuk mendukung pengambilan
keputusan dalam suatu organisasi atau perusahaan. Dapat
juga dikatakan sebagai sistem komputer yang mengolah data
menjadi informasi untuk mengambil keputusan dari masalah
semi-terstruktur yang spesifik.
Menurut Moore and Chang, sistem pendukung
keputusan dapat digambarkan sebagai sistem yang
berkemampuan mendukung analisis ad hoc data, dan
pemodelan keputusan, berorientasi keputusan, orientasi
perencanaan masa depan, dan digunakan pada saat-saat yang
tidak biasa. Tahapan sistem pendukung keputusan meliputi :
Definisi masalah
Pengumpulan data atau elemen informasi yang relevan